Kebanyakan Scrolling Nunggu Maghrib? Tips Atasi Mata Lelah saat Puasa
Menunggu waktu berbuka puasa atau ngabuburit kini identik dengan aktivitas menatap layar gawai dalam durasi yang cukup lama bagi para remaja. Namun, kebiasaan ini seringkali menimbulkan keluhan mata lelah saat puasa yang ditandai dengan pandangan kabur, mata kering, hingga sakit kepala ringan di sore hari. Kondisi tubuh yang sedang kekurangan asupan cairan membuat produksi air mata berkurang, sehingga paparan cahaya biru dari ponsel menjadi lebih agresif merusak kenyamanan penglihatan. Tanpa disadari, frekuensi berkedip pun menurun drastis saat kita terlalu asyik berselancar di media sosial, yang memperparah rasa tidak nyaman pada indra penglihatan kita sebelum azan Maghrib berkumandang.
Penyebab utama terjadinya mata lelah saat puasa adalah kombinasi antara dehidrasi ringan dan kelelahan otot siliaris mata akibat fokus jarak dekat yang konstan. Para ahli kesehatan menyarankan metode 20-20-20 sebagai solusi praktis, yaitu setiap 20 menit menatap layar, istirahatkan mata selama 20 detik dengan melihat objek sejauh 20 kaki (sekitar 6 meter). Selain itu, mengatur tingkat kecerahan layar agar tidak terlalu kontras dengan pencahayaan ruangan sangat membantu mengurangi beban kerja saraf optik. Mengompres mata dengan kain bersih yang dibasahi air dingin juga bisa menjadi cara ampuh untuk memberikan kesegaran instan di tengah rasa kantuk dan lemas yang melanda saat perut sedang kosong.
Respons para siswa terhadap tips mengatasi mata lelah saat puasa ini sangat positif, terutama bagi mereka yang harus tetap belajar daring atau mengerjakan tugas sekolah di bulan Ramadan. Banyak netizen yang mulai berbagi pengalaman mengenai pentingnya melakukan “digital detox” singkat beberapa jam sebelum berbuka agar kondisi fisik tetap prima saat melaksanakan ibadah tarawih. Viralitas konten mengenai kesehatan mata ini mendorong munculnya kesadaran baru bahwa hobi scrolling harus diimbangi dengan istirahat yang cukup agar produktivitas tidak terganggu. Edukasi mengenai penggunaan mode malam (night mode) pada gawai juga semakin gencar dilakukan oleh komunitas kesehatan sekolah sebagai langkah preventif jangka panjang. Semoga dengan mata yang segar, kualitas ibadah dan konsentrasi belajar kita semakin meningkat setiap harinya.